Skip to content

Butuh Pemimpin yang Loyal kepada Rakyat

21 Februari 2010

PEMILIHAN WALI KOTA PEMATANG SIANTAR

Baliho Survenov Sirait, salah satu kandidat calon wali kota, di sudut Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. FOTO : FORSAS -- Esbon Y Purba

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pematang Siantar, yang diagendakan pada 9 Juni 2010, semakin dekat. Kampanye para kandidat pun semakin kencang, sehingga membuat masyarakat Pematang Siantar kian berpikir matang kepada siapa pilihan bakal ditentukan.

Di jantung dan berbagai sudut kota, berbagai ukuran spanduk dan baliho bakal calon Wali Kota Pematang Siantar betebaran. Demikian pula posko-posko relawan yang mendukung calon-calon tertentu. Relawan dan simpatisan para bakal calon juga mulai bergerilya. Bahkan disinyalir praktik money politics dan black campaign sudah ditebar bakal calon tertentu.

Namun, dari banyak perbincangan yang dilakukan tabloid ini dengan warga dan calon pemilih, hampir semuanya mengatakan sangat menginginkan pemimpin yang adil dan memihak kepada rakyat. Pemimpin yang tak pandai beretorika belaka.

Masyarakat tidak mau tertipu dan dibodohi karena mereka sadar pilihannya merupakan penentu nasib Kota Pematang Siantar minimal untuk lima tahun ke depan. Oleh karena itu, Pematang Siantar butuh figur pemimpin yang loyal terhadap rakyat.

‘’Jadilah pemimpin yang cerdas, amanah, dan berkerja keras,’’ ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Forum Harmoni Nusantara (PP FORSAS) Survenov Sirait, putra daerah Pematang Siantar yang siap maju sebagai bakal calon wali kota merespons desakan derasnya suara arus bawah.

Meski demikian, untuk putusan akhirnya Survenov mengatakan masih menunggu dinamika politik yang terjadi, khususnya di tataran elite pusat pemerintahan di Jakarta. Sebab, sebagai pemimpin ormas yang selama ini konsisten mendukung program-program pemerintah dan berkantor di Jakarta, setiap saat dia dan FORSAS yang memiliki kepengurusan di 22 provinsi di Indonesia –dan perwakilan di Jepang, Malaysia, serta Amerika Serikat– diberi tugas dan tanggung jawab yang lebih besar demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Jika itu yang terjadi, Survenov pun mempersilakan kandidat lain untuk maju asalkan, seperti prinsipnya, yang bersangkutan benar-benar sosok yang cerdas, amanah, dan siap bekerja keras demi kemajuan Pematang Siantar yang menyejahterakan warga masyarakatnya.

Esbon Y Purba I Pematang Siantar

Sumber : Nusantara – Tabloid Forsas / Edisi 9 – Februari 2010

Iklan

Jendela untuk Masa Depan

21 Februari 2010

PERPUSTAKAAN SINTONG BINGEI

Perpustakaan Sintong Bingei

Kota Pematang Siantar bisa disebut sebagai miniaturnya Republik Indonesia. Hampir seluruh suku di Indonesia bisa dijumpai di kota wilayah Sumatera Utara (Sumut) ini dan hidup rukun berdampingan.

Selain itu, Kota Pematang Siantar juga bisa disebut sebagai Kota Pendidikan menilik cukup banyak tokoh dari kota ini yang berkiprah di tingkat nasional dan internasional. Salah satunya adalah almarhum H. Adam Malik, yang semasa hidupnya dikenal sebagai wartawan dan diplomat ulung yang juga berhasil menduduki kursi Wakil Presiden semasa Presiden Soeharto.

Menyadari potensi itu, ketika (almarhum) Drs. Zulkifli Harahap menjadi Wali Kota Pematang Siantar, berbagai upaya serius dan gebrakan luar biasa untuk menjadikan Pematang Siantar sebagai Kota Pendidikan pun dipacu. Salah satunya adalah mengumpulkan para pengusaha di daerah dan meminta mereka berpartisipasi mewujudkan program menjadikan Pematang Siantar sebagai Kota Pendidikan itu.

Jika dihitung mundur dari sekarang, peristiwa penting itu terjadi sekitar 17 tahun silam. Atas permintaan Wali Kota Zulkifli Harahap, cukup banyak tokoh pengusaha yang tergerak dan proaktif mewujudkan cita-cita menjadikan Pematang Siantar sebagai Kota Pendidikan itu. Salah satu pengusaha itu adalah Sintong Bingei, pemilik pabrik rokok PT. Sumatra Tobacco Trading Company (PT STTC).

Bahkan Sintong Bingei tidak hanya mendukung, tetapi juga berinisiatif dan langsung beraksi sendiri dengan membangun sebuah perpustakaan umum di Jalan Merdeka, persisnya di samping depan Kantor Wali Kota Pematang Siantar. Pembangunan perpustakaan itu disambut antusias seluruh elemen masyarakat.

Hingga kini perpustakaan umum yang dinamai Perpustakaan Sintong Bingei itu telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Pematang Siantar dan kota-kota di sekitarnya untuk menambah ilmu dan wawasan. Lokasi perpustakaan itu juga sangat strategis, sehingga mudah dijangkau masyarakat.

Untuk mempertahankan keberadaan dan asas manfaatnya itu, baru-baru ini bangunan Perpustakaan Sintong Bingei kembali direhab oleh PT STTC. Beberapa bagian bangunan yang mulai rusak diperbaiki.

Koleksi buku juga ditambah. Dengan demikian, diharapkan oleh PT STTC bahwa Perpustakaan Sintong Bingei tetap memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat Pematang Siantar khususnya, serta khalayak umum.

J. Damanik, warga Kota Pematang Siantar, mengaku sangat bangga mendapati Perpustakaan Sintong Bingei tetap eksis hingga sekarang. ‘’Kita jelas bangga karena tokoh pengusaha STTC telah memperlihatkan perhatiannya untuk peningkatan pendidikan di daerah ini,’’ ujarnya.

Damanik berharap berbagai fasilitas di Perpustakaan Sintong Bingei juga bisa dimanfaatkan oleh para pelajar. Kepada Pemerintah Kota Pematang Siantar, dia menyarankan peningkatan yang berkelanjutan atas fungsi perpustakaan itu sebagai sarana untuk menciptakan masa depan serta ikhtiar melahirkan generasi penerus bangsa yang berwawasan dari Kota Pematang Siantar. Semoga lahir Adam Malik-Adam Malik baru dari kota ini.

M. Said Nasution I Simalungun

Sumber : Nusantara – Tabloid Forsas / Edisi 9 – Februari 2010

Eddy Sutrisno Mantap Maju Lagi

21 Februari 2010

Eddy Sutrisno. FOTO: FORSAS -- Gulman Simanjuntak

PEMILIHAN WALI KOTA BANDAR LAMPUNG

Wali KotaBandar Lampung Drs. Eddy Sutrisno menyatakan siap mencalonkan diri lagi sebagai orang nomor satu di Bandar Lampung untuk periode 2010-2015. Menurut Eddy seusai menghadiri Seminar Nasional Pendidikan bertema ‘’Revitalisasi Peran Alumni Civic Hukum/PMP/PPKn/PKn dalam Pembangunan Pendidikan Politik Bangsa’’, Sabtu 9 Januari 2010, berbagai tekanan yang ada tidak akan menyurutkan langkahnya untuk mencalonkan diri kembali.

Berbagai upaya penjegalan dan tekanan, bahkan character assassination (pembunuhan karakter) dari beberapa petinggi Partai Golkar di Lampung –berkaitan dengan status Eddy yang kini masih menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Bandar Lampung– telah bergulir. Di antaranya mereka secara sepihak menggelar musyawarah daerah (Musda) oleh Tim Delapan yang dibentuk atas atas instruksi DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung.

Padahal sebelumnya Eddy mengatakan memiliki itikad baik agar mereka duduk bersama membahas persoalan di tubuh Partai Golkar Bandar Lampung bersama Pengurus DPD I dan DPP. Namun kenyataannya itikad baik demi penyelesaian tersebut dijawab dengan Musda sepihak tanpa ada koordinasi dan dukungan dari beberapa pengurus kecamatan serta kader-kader Partai Golkar di Bandar Lampung. Hasil Musda itu memutuskan Heru Sumbodo sebagai ketua yang baru.

Berkaitan dengan masalah itu, Eddy pun menegaskan tidak akan mencalonkan diri dengan kendaraan politik Partai Golkar. Lelaki yang akrab disapa Mas Tri situ malah menyatakan siap meninggalkan partai berlambang pohon beringin tersebut.

DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung telah mendukung pencalonan kembali Eddy sebagai Wali Kota Bandar Lampung yang berpasangan dengan salah satu kader terbaik Partai Demokrat, Dandy Ramadhona Kaligis. ‘’Kami sudah siap berkompetisi dengan balon-balon (bakal calon) yang lain,’’ ujar Eddy, yang masih yakin akan mendapatkan dukungan kader maupun simpatisan Partai Golkar di Bandar Lampung.

Gulman Simanjuntak I Bandar Lampung

Sumber : Nusantara – Tabloid Forsas / Edisi 9 – Fenruari 2010

FORSAS Tangerang Gelar Seminar PDAM

21 Februari 2010

Guna mengetahui dan memahami Corporate Plan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng, Kota Tangerang, pasca-penetapan Perda Penambahan Penyertaan Modal Daerah (PPMD) ke dalam modal PDAM Tirta Benteng, Rabu 13 Januari 2010, FORSAS Kota Tangerang menyelenggarakan Seminar Sehari bertema ‘’Eksistensi PDAM Tirta Benteng Pasca Ditetapkannya Perda Penyertaan Modal’’ di Ruang Al-Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Seminar ini dibuka oleh Ketua DPRD Kota Tangerang Hery Rumawatine, SH, yang selanjutnya juga bertindak sebagai pembicara. Sedangkan pembicara lainnya adalah Direktur Utama PDAM Tirta Benteng Ir. H. Ahmad Mardju Kodri.

Peserta seminar sekitar 150 orang yang terdiri dari para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi, ormas dan ormas kepemudaan, aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), pelanggan dan konsumen PDAM, serta Pengurus Pusat FORSAS dan Pengurus FORSAS Provinsi Banten.

’’Seminar ini diselenggarakan untuk memberikan informasi tambahan kepada masyarakat dan memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menyikapi serta partisipasi tentang penyertaan modal ke PDAM,’’ ujar Ketua PD FORSAS Kota Tangerang Ade Yunus Al-Barzanji dalam sambutan pengantar.

Selain itu, ujarnya menambahkan, seminar tersebut juga merupakan upaya membantu PDAM Tirta Benteng melakukan sosialisasi program secara transparan kepada masyarakat Kota Tangerang.

Hery Rumawatine mengapresiasi inisiatif FORSAS Kota Tangerang dengan menyelenggarakan seminar ini. ‘’Kegiatan seminar seperti ini harus terus dilakukan dan terus didukung untuk menambah informasi masyarakat terhadap segala kebijakan yang diambil oleh Pemerintahan Daerah,’’ ucap Hery, yang juga Penasihat FORSAS Kota Tangerang ini.

Sementara itu, dalam paparannya Dirut PDAM Tirta Benteng H.Ahmad Mardju Kodri menjelaskan secara gamblang tentang Action Plan atau Rencana Kerja PDAM Tirta Benteng hingga tahun 2013. ‘’Dengan adanya penambahan penyertaan modal dari APBD Kota Tangerang, maka PDAM Tirta Benteng akan terus melakukan pengembangan saluran dan mengurangi kebocoran dalam upaya memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat Kota Tangerang,’’ ujar lelaki yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) ini.

Ade Yunus Al-Barzanji I Tangerang

Sumber : Nusantara – Tabloid Forsas / Edisi 9 – Februari 2010

Demokrat Tak Paksakan Kadernya Maju

21 Februari 2010

PEMILIHAN WALI KOTA MEDAN

Partai Demokrat tidak memaksakan diri mengusung kadernya untuk maju dalam pemilihan Wali Kota Medan periode 2010-2015 pada Mei mendatang. Menurut anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Ramadhan Pohan, banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh Partai Demokrat untuk mengusung kadernya sebagai orang nomor satu di Medan, termasuk hasil jajak (polling) oleh tim independen.

Pilkada, demikian Ramadhan, bukan untuk memilih ketua DPC dan DPD, tetapi memilih calon kepala daerah. Oleh karena itu, tentunya banyak hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari masalah suku, agama, antargolongan, dan sebagainya.

‘’Semua bergantung pada hasil polling untuk mengetahui bagaimana keinginan dan akseptabilitas publik Kota Medan terhadap calon-calon tertentu. Semua harus bisa dijaring dengan baik,’’ ujarnya kepada Tabloid FORSAS di Lobby Hotel Grand Angkasa, Medan, Sabtu 16 Januari 2010, malam.

Sampai akhir Januari, Partai Demokrat menyeleksi 10 kandidat untuk pemilihan Wali Kota itu. Sepuluh nama tersebut adalah Tenang Malem Tarigan, incumbent Rahudman Harahap, Dzulmi Eldin, Maulana Pohan, Amin Daulay, Denni Ilham Panggabean, Safwan Khayat, Ahwan Ismadi, Nurhasanah, serta Bahdin Nur Tanjung.

Kepada media setempat, Ketua Desk Pilkada Medan Partai Demokrat, Parlindungan Sipahutar, mengatakan, tiga kriteria harus dipenuhi oleh kandidat untuk diusung oleh partainya. Selain akseptabilitas, familiar, serta dikenal masyarakat, kandidat juga diharapkan memiliki kemampuan finansial yang kuat. Kandidat juga harus punya komitmen untuk membesarkan Partai Demokrat pada masa mendatang.

Soal koalisi, demikian Parlindungan, Partai Demokrat terbuka bagi partai politik mana pun dan sejauh ini sudah beberapa partai melakukan penjajakan. Namun partai-partai yang ingin bersama dengan Partai Demokrat harus memiliki komitmen bersama untuk memenangkan calon yang bakal diusung.

Dari 10 nama kandidat calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Medan yang bakal diajukan Partai Demokrat ke DPP, terdapat Denni Ilham Panggabean yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Medan.

Parianto-Asnan Zuhri I Medan

Sumber : Nusantara – Tabloid Forsas / Edisi 9 – Februari 2010

Peduli Pilkada yang Harmonis dan Demokratis

21 Februari 2010

Konsolidasi FORSAS Serdang Bedagai

Pengurus Daerah FORSAS Serdang Bedagai

Sebagai wujud komitmen dan dukungan untuk selalu menciptakan suasana aman, harmonis, dan tanpa kecurangan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2010 di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, PD FORSAS Kabupaten Sergai siap mengawal kelangsungan pilkada agar berlangsung demokratis, aman, dan lancar.

Untuk memantapkan misi tersebut, pada Jumat 8 Januari 2010, pimpinan FORSAS di 17 kecamatan di Kabupaten Sergai melakukan konsolidasi di Desa Sanayan, Kecamatan Sei Rampah.

Pada pertemuan ini, Ketua PD FORSAS Sergai Pandapotan Sinaga –didampingi Wakil Ketua M. Tampubolon dan Sekretaris A. Rahman Saragih— meminta seluruh pimpinan kecamatan agar berperan menciptakan suasana pesta demokrasi yang harmonis serta mengawasi setiap adanya pelanggaran maupun tindak kecurangan di dalam pilkada nanti untuk dicatat dan dilaporkan kepada pihak-pihak terkait.

FORSAS harus berperan dalam pesta demokrasi tersebut untuk membuktikan komitmen sekaligus menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat. Apalagi di Sergai FORSAS sudah tidak asing lagi bagi masyarakat mengingat selama ini ormas tersebut telah melakukan berbagai kegiatan aksi simpatik maupun kontrol sosial, seperti bakti sosial maupun pengawasan dan pengarahan kepada masyarakat dalam penyaluran program-program pemerintah, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan program-program lainnya agar masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaatnya.

‘’Untuk menciptakan demokrasi secara damai dan menjaga agar tetap selalu kondusif, maka setiap warga masyarakat harus menjaga sikap santun dalam berpolitik dan selalu mempunyai pola pikir yang positif. Dengan demikian, masyarakat Sergai yang kita cintai ini mampu menjadi salah satu cermin masyarakat yang madani,’’ ujar Ketua PD FORSAS Sergai.

Pandapotan Sinaga I Sergai

Sumber : Nusantara – Tabloid Forsas / Edisi 9 – Februari 2010

Kota Payakumbuh Bangga Jadi Tuan Rumah HKSN

21 Februari 2010

Menko Kesra Agung Laksono melambaikan tangan didampingi Mensos Salim Segaf Al-Jufrie

Akhir September 2009 lalu, perhatian dunia tertuju ke Sumatera Barat (Sumbar), khususnya Kota Padang dan sekitarnya, akibat guncangan dahsyat gempa yang memakan cukup banyak korban jiwa dan benda. Kepedihan masyarakat Sumbar pun sedikit terobati ketika puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2009 dipusatkan di GOR Kubu Gadang, Kota Payakumbuh, pada Selasa 22 Desember lalu.

Meskipun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) batal menghadiri acara tersebut karena kesibukannya, gereget acara tidak berkurang. Derasnya guyuran air hujan yang menyiram Kota Payakumbuh tidak membuat antusiasme masyarakat susut. Alhasil, Menko Kesra Agung Laksono pun bisa tetap sumringah memimpin jalannya acara.

Bahkan Menko Kesra Agung Laksono memuji peringatan HKSN yang sukses dan lancar. ‘’Ini membuktikan Kota Payakumbuh mampu melaksanakan kegiatan bertaraf nasional,’’ ujarnya.

Soal nilai sosial, Agung Laksono mengatakan bahwa sejak lama Indonesia memiliki nilai hakiki, yaitu kepedulian sosial. Oleh karena itu, ditambahkan oleh Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al-Jufrie, setiap terjadi kesusahan masyarakat Indonesia selalu turut datang membantu saudaranya.

Penyematan PIN oleh Agung Laksono

Kemeriahan peringatan HKSN 2009 semakin terasa oleh penampilan taruna siaga bencana (Tagana) Indonesia yang memperagakan penanganan bencana secara sistematis. Tampil pula marching band PT Semen Padang yang dikawal langsung oleh Direktur Utamanya, Endang Irzal. Gerimis yang membasahi bumi Kota Batiah ini sejak subuh tidak mengurangi kemeriahan event nasional tersebut.

Antusiasme warga dan siswa menyambut Menko Kesra dan Mensos di pusat kota sangat luar biasa. Ribuan pelajar dengan bendera merah putih mini dari kertas di tangan, melambai ke arah rombongan menteri di pinggir jalan yang dilewati.

Sebelum memasuki lokasi acara, rombongan disambut tarian persembahan dari para pelajar SLTA Payakumbuh. Rombongan didampingi Gubernur Sumbar Marlis Rahman, Wali Kota Payakumbuh H. Josrizal Zain, Wakil Wali Kota H. Syamsul Bahri, Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan, anggota Muspida Sumbar, serta sejumlah pejabat Eselon I di jajaran Kementerian Sosial.

Pemberian penghargaan kepada Karang Taruna Berprestasi

Sebelum memulai pidatonya, Agung Laksono menyampaikan maaf Presiden SBY kepada warga Sumbar atas ketidakhadirannya ke Payakumbuh ini. ‘’Agenda Pak SBY sangat padat sekali di Jakarta, sehingga beliau berhalangan hadir di sini. Dan beliau meminta permohonan maaf dari warga Sumbar,’’ ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan kepada para pengusaha, organisasi atau badan yang telah berjasa di bidang usaha sosial, karang taruna berprestasi, serta organisasi sosial dan pekerja sosial masyarakat yang berprestasi di tingkat nasional. Penghargaan diserahkan oleh Mensos Salim Segaf Al-Jufrie.

Sebelum menyerahkan piagan tersebut, Mensos mengatakan, peringatan HKSN hendaknya dilakukan bukan sekadar sebagai kegiatan seremoni, namun juga mampu menjadi sebuah solidaritas yang nyata dengan membantu antarsesama. ‘’HKSN jangan jadi seremoni, tapi bukti bahwa solidaritas kita tak luntur di tengah bencana yang melanda. Bencana justru memperkuat solidaritas nasional,’’ ucapnya menegaskan.

Dia menambahkan, HKSN sangat penting karena mengingatkan bangsa dan rakyat Indonesia pada momentum 20 Desember 1948 silam ketika seluruh rakyat mendukung pembebasan Ibu Kota Yogyakarta dari serangan kolonial Belanda. Sekaitan dengan itu, dia melihat dengan semangat pembebasan Yogyakarta, peringatan HKSN ini hendaknya mampu menjadi sumber semangat untuk menggelorakan solidaritas nasional antarsesama anak bangsa.

Dalam rangka HKSN ini, demikian Mensos, dilakukan pula rehabilitasi sebanyak 1.100 rumah tidak layak huni, pembangunan WC untuk 1.000 rumah, bantuan usaha produktif bagi penyandang catat/anak telantar senilai Rp 554 juta, serta gerakan nasional donor darah. Kegiatan rehabilitasi ribuan rumah tak layak huni itu dilaksanakan TNI.

Atraksi Tagana

Berkaitan dengan penghargaan itu, Ketua Karang Taruna Bhakti Utama, Kelurahan Tanjuang Pauah, Payakumbuh Barat, Ipda Apriman Sural, mengaku sangat gembira dan terharu karang taruna yang dipimpinnya meraih penghargaan nasional. ‘’Terima kasih, Pak Menteri. Semoga penghargaan ini membuat kami makin berbuat di tengah masyarakat,’’ ujarnya.

Apriman Sural sehari-hari berdinas di Satlantas Polresta Payakumbuh . Namun dia selalu berusaha menggali kreativitas pemuda di tempat tinggalnya. Akhirnya, beragam kegiatan pemuda sampai ekonomi kerakyatan dihidupkannya.

Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh H. Josrizal Zain mengatakan, sebagai tuan rumah Kota Payakumbuh mempunyai keterbasan. Namun dengan segala keterbatsan itu, Kota Payakumbuh tetap berusaha menjadi yang terbaik. Antusiasme masyarakat atas penyelenggaraan HKSN ini juga sangat tinggi dan positif. Bagaimanapun, HKSN juga menjadi ajang promosi bagi Kota Payakumbuh selain juga hiburan bagi warganya.

Bakhtaruddin I Sumbar

Sumber : Nusantara – Tabloid Forsas / Edisi 9 – Februari 2010