Skip to content

REFORMASI BIROKRASI DI TUBUH POLRI

6 September 2009
Foto : Forsas - Ronald Siahaan

Foto : Forsas - Ronald Siahaan

Tak Sekadar Perbaiki Citra

Dari hari ke hari, tuntutan profesionalisme di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) semakin meningkat. Selain pengawal garda depan dalam keamanan dan ketertiban masyarakat, personel Polri juga dituntut terus berbenah diri dalam menjalankan fungsi birokrasi pelayanan kepada masyarakat.

Pada Peringatan HUT Bhayangkara Ke-63 lalu, Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri pun menekankan perlunya personel Polri terus memperkokoh citra yang tegas dan humanis sebagai dasar membangun kemitraan dengan masyarakat. Oleh karena itu, dalam menjalankan reformasi di tubuh Polri sebagai bagian dari reformasi birokrasi, maka personel Polri harus berangkat dari pemahaman atas tantangan yang dihadapi, baik pada tataran lokal, nasional, maupun global yang semakin meningkat.

Polri harus mampu menjawab tantangan tersebut sejak memisahkan diri dari TNI. Pemisahan Polri itu dimulai pada 1999 ketika Presiden B.J. Habibie mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1999 tentang Langkah-langkah Kebijakan dalam Rangka Pemisahan Kepolisian Negara Republik Indonesia dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia yang dikuatkan oleh Keputusan Presiden Nomor 89 Tahun 2000 seiring perubahan nama ABRI menjadi TNI.

Namun karena Keputusan Presiden bukan kebijakan tertinggi, maka selanjutnya kebijakan pemisahan itu ditetapkan melalui Ketetapan MPR/VI/2000 tentang Pemisahan Polri dari TNI, yang diperkuat oleh Ketetapan MPR/VII/2000 tentang Peran TNI dan Polri.

Beberapa langkah strategis telah ditempuh dalam menggulirkan reformasi di tubuh Polri tersebut dengan sasaran pembenahan pada aspek instrumental, struktural, dan kultural.

Pada aspek instrumental dan struktural, Polri sudah melakukan pembenahan yang cukup berarti dalam hal pengembangan Polri sebagaimana yang telah dicapai selama ini. Sedangkan reformasi dari aspek kultural, Kapolri mengakui masih perlu pembenahan karena sejauh ini belum berjalan sesuai keinginan dan harapan masyarakat. Namun untuk mengoptimalkan reformasi birokrasi itu, Polri telah memiliki grand strategy melalui beberapa tahap.

imagesTahap I bertujuan membangun kepercayaan publik (public trust building) yang merupakan bagian dari potret besar reformasi birokrasi yang telah dicanangkan Pemerintah pada 30 Januari 2009, seperti juga diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007.

Program reformasi birokrasi Polri yang telah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu meliputi bidang Budaya dan Manajemen Perubahan, Organisasi dan Tata Laksana, Quick Wins, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Remunerasi, serta Evaluasi Kinerja dan Profil Polri 2005.

Dari sejumlah program tersebut, kiranya yang bersentuhan dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat adalah Quick Wins. Program ini merupakan rangkaian dari reformasi birokrasi Polri yang bertujuan memberikan layanan bagi masyarakat dengan cakupan empat program unggulan, yaitu quick response terhadap laporan dan pelayanan masyarakat; tranparansi pelayanan SIM, STNK, dan BPKB; penyidikan tindak pidana; serta transparansi dalam pengelolaan rekrutmen anggota Polri.

Akselerasi reformasi Polri makin kuat dengan tuntutan atas perubahan dan besarnya tantangan tugas yang dihadapi, sehingga diperlukan percepatan dalam pembenahan Polri yang mencakup tiga program, yaitu keberlanjutan program (sustainability program), program peningkatan kualitas kinerja, serta komitmen terhadap organisasi.

Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan kinerja Polri seiring reformasi yang berjalan telah dilakukan pembangunan Management Information System (MIS) berupa sebuah sistem informasi operasional dan pembinaan, pembangunan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS), serta pembangunan Pusat Informasi Kriminal Nasional (PUSIKNAS) Polri yang seluruhnya bertujuan menunjang pengendalaian kegiatan operasional dan pembinaan, serta layanan Polri kepada masyarakat.

Saat ini Polri berada pada transisi untuk mencapai Tahap II berupa partnership building atau membangun kemitraan dengan masyarakat. Keberhasilan pada tahap ini akan menunjang Tahap III, yaitu strive for excellence berupa pembangunan kemampuan pelayanan publik yang unggul dan dipercaya masyarakat.

Pada masa mendatang Polri tidak sebatas menitikberatkan pada pencitraan, tetapi juga memerhatikan aspek keamanan dalam negeri secara keseluruhan dengan mempertimbangkan tuntutan kebutuhan masyarakat dan tantangan global, termasuk pengamanan wilayah perbatasan, serta menegaskan komitmen dan netralitas Polri pada Pemilu 2009 lalu.

Di samping itu, dalam melaksanakan program Quick Wins, khususnya dalam transparansi pelayanan, Polri telah meluncurkan program sistem terintegrasi atau Integrated System dalam Pelayanan Lalu Lintas, berupa sistem pelayanan administrasi Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) serta kecelakaan lalu lintas secara online hasil kerja sama dengan perbankan (BRI), Bea Cukai, dan Jasa Raharja.

Dengan program-program tersebut, Kapolri menilai layanan kepada masyarakat akan semakin cepat, murah, mudah, transparan, serta accountable alias bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, masyarakat bakal bisa merasakan langsung hasil dari reformasi di tubuh Polri.

Ronald Siahaan I Jakarta

Simber : Hukum Edisi 4 / Agustus 2009

Iklan
One Comment leave one →
  1. putra seven permalink
    1 Februari 2010 15:19

    between optimistic and pessimistic .. that police reform in the body can go as we hope it together .. what not …? because that always be the victim (his scapegoat) is always subordinate .. as is the case with the banks copotnya century susno brother kabareskim .. as at that time … and at a deeper level of calm calm linings anymore …..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: